Workshop Pengelolaan Qurban Syar’i Digelar di Donokerto, Tekankan Fiqh dan Profesionalitas Panitia
- Apr 26, 2026
- Arief Hartanto
Turi, Kertomandiri KIM
Upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah qurban terus digencarkan salah satunya seperti yang dilakukan Panitia Hari Raya Islam (PHRI) Kalurahan Donokerto bersama Pemerintah Kalurahan Donokerto dan Masjid YTCS Kembangarum, Turi dengan menggelar Workshop Pengelolaan Qurban Sesuai Syariat Islam pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WIB ini dihadiri sekitar 90 peserta, termasuk Lurah R Waluyo Jati, ST dan Kamituwo Donokerto.
Workshop ini dilatarbelakangi masih ditemukannya praktik qurban di masyarakat yang belum sepenuhnya sesuai dengan tuntunan syariat. Ketua panitia, Agus Nugroho Setiawan, menegaskan pentingnya pemahaman yang benar agar ibadah qurban tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan. “Qurban bukan hanya tradisi, tetapi ibadah yang memiliki dimensi ketakwaan. Karena itu, harus dilaksanakan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya.
Dalam pengantar kegiatan, panitia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Kautsar ayat 2, “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah,” sebagai dasar utama disyariatkannya qurban. Selain itu, QS. Al-Hajj ayat 37 juga menjadi pengingat bahwa esensi qurban terletak pada ketakwaan, bukan semata pada daging atau darah hewan.
Materi workshop disampaikan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya. Ustadz Prof. drh. H. Agung Budiyanto, MP, Ph.D dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM menekankan pentingnya pemilihan hewan qurban yang sehat dan sesuai syariat. “Hewan harus memenuhi syarat umur, tidak cacat, serta dipastikan kesehatannya. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan ibadah,” jelasnya.
Sementara itu, Ustadz H. Husein Ardiyanto dari Juleha Sleman memberikan pelatihan teknis penyembelihan. Ia menegaskan bahwa proses penyembelihan harus dilakukan secara profesional dan ihsan. Mengutip hadits riwayat Muslim, ia menyampaikan, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan atas segala sesuatu… maka sembelihlah dengan cara yang baik.” Dalam sesi praktik, peserta juga diajarkan teknik menajamkan pisau dan prosedur penyembelihan yang benar.
Materi ketiga disampaikan oleh Ustadz H. Darussalam, LC yang mengulas fiqh qurban dan tata cara distribusi daging. Ia mengingatkan bahwa pembagian daging harus adil dan tepat sasaran. “Distribusi bukan sekadar membagi, tetapi memastikan manfaat qurban dirasakan oleh yang berhak, terutama kaum dhuafa,” tuturnya.
Selain aspek fiqh, workshop ini juga menekankan pentingnya manajemen modern dalam pengelolaan qurban, termasuk aspek higienitas dan efisiensi distribusi. Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya jumlah hewan qurban dan kompleksitas pelaksanaannya di masyarakat.
Lurah Donokerto, R. Waluyo Jati, ST, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini mampu menciptakan standar pengelolaan qurban yang lebih tertib, profesional, dan sesuai syariat di seluruh masjid di Donokerto,” katanya.
Dengan adanya workshop ini, panitia berharap para takmir masjid dan pengelola qurban memiliki bekal yang cukup, baik secara teori maupun praktik. Sehingga pelaksanaan qurban ke depan tidak hanya sah secara fiqh, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi umat.
Kegiatan ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh amal ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. “Semoga qurban yang kita laksanakan menjadi wujud ketakwaan yang nyata,” pungkas panitia.
Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi