BADKO TPA Rayon Turi Dorong Peningkatan Mutu Ustadz melalui Standarisasi dan Penguatan Manajemen

  • Dec 14, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Turi

Turi, KIM Kertomandiri

Sebanyak 50 ustadz dan ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kapanewon Turi mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi TPA (BADKO TPA) Rayon Turi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Aula Kapanewon Turi, Sleman, dan dimulai pukul 08.15 WIB hingga menjelang siang.

Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama menggunakan metode murottal, dengan lantunan Surah Al-Mu’min ayat 1 sampai 11. Suasana khidmat semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars TPA sebagai bentuk penguatan nilai kebangsaan dan semangat pengabdian dalam dunia pendidikan keagamaan.

Ketua Umum BADKO TPA Rayon Turi, Ustadz Bahari AW dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas para ustadz dan pengasuh TPA. Menurutnya, kualitas pengajar TPA harus terus ditingkatkan agar selaras dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat. “Peningkatan kualitas ilmu Al-Qur’an perlu distandarisasi melalui sertifikat atau syahadat ustadz, sehingga kompetensi pengajar dapat diakui secara formal,” ujarnya.

Selain aspek kompetensi keilmuan, Bahari juga menyoroti pentingnya penguatan manajemen dan administrasi lembaga TPA. Ia menyampaikan bahwa kualitas pengelolaan TPA dapat diukur melalui mekanisme supervisi dan akreditasi yang berkelanjutan, sehingga lembaga TPA memiliki arah pengembangan yang jelas dan terukur.

Aris Suranto dalam sambutan dari BADKO TPA Daerah Kabupaten Sleman memberikan apresiasi atas acara ini.  Selanjutnya Ustadzah Sumarah, M.Pd., melanjutkan pemaparan materi. Seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dengan harapan para ustadz dan ustadzah semakin siap meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an di wilayah Kapanewon Turi secara profesional dan berkelanjutan.

Materi pertama disampaikan oleh Sumarah, M.Pd., yang mengulas tentang indikator kualitas sebuah TPA. Ia menegaskan bahwa keberhasilan TPA tidak semata-mata diukur dari banyaknya jumlah santri, raihan prestasi lomba, maupun besarnya dana yang dimiliki. “TPA yang baik adalah TPA yang mampu membangun sinergi seluruh unsur, dengan tolok ukur utama pada kualitas pembelajaran dan manajemen lembaga,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Qomarudin, menekankan urgensi administrasi dalam keberlangsungan lembaga TPA. Ia menjelaskan bahwa setiap kegiatan harus direncanakan secara matang, tertulis, terukur, dan terdokumentasi dengan baik. Menurutnya, administrasi yang tertata rapi akan memudahkan proses evaluasi sekaligus menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan lembaga. “Keberlanjutan TPA sangat bergantung pada administrasi yang baik, karena akan memudahkan siapa pun yang kelak melanjutkan kepengurusan,” katanya.

Arief Hartanto