Sambut Idul Adha, Masjid Baiturrahim Turi Gelar Kajian Kesiapan Hewan Kurban yang ASUH
- May 23, 2026
- Arief Hartanto
- Warta Donokerto
Turi, KIM Kertomandiri
Memasuki 6 Dzulhijjah 1447 H bertepatan Sabtu Kliwon (23/5/2026), Masjid Baiturrahim yang berada di barat Perempatan Turi, Sleman, menggelar kajian pagi spesial bertajuk persiapan ibadah kurban. Acara yang berlangsung pukul 04.45-05.45 WIB itu menghadirkan narasumber drh. Adik Ismaryanto, Medik Veteriner Muda dari Puskesmas Hewan (Puskeswan).
Dalam materinya, drh. Adik menekankan pentingnya kriteria hewan kurban yang tidak hanya sehat secara lahir, tetapi juga memenuhi standar ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
"Hewan kurban harus memenuhi persyaratan syariat Islam, administrasi, dan teknis. Yang tak kalah penting, hewan tidak mengandung bibit penyakit seperti bakteri, virus, atau parasit, serta bebas dari residu obat dan cemaran logam berat," papar drh. Adik di hadapan jamaah yang memenuhi area masjid.
Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, narasumber juga mengingatkan soal kondisi hewan yang tidak cacat. "Jangan sampai hewan kurban buta, pincang, patah tanduk, atau putus ekornya. Ini syarat mutlak," tegasnya, seraya menambahkan bahwa sapi yang layak harus sudah *powel* (tumbuh sepasang gigi tetap di rahang bawah), sementara kambing/domba genap satu tahun.
Tidak berhenti di situ, drh. Adik juga mengingatkan protokol ketat mengingat potensi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berdasarkan Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022, hewan yang menunjukkan gejala klinis PMK seperti lepuh pada mulut, lidah, teracak (kuku), atau mengeluarkan air liur berlebihan tidak boleh disembelih untuk kurban.
Panitia Masjid Baiturrahim menyiapkan area pemotongan tertutup ( closed area ) dengan fasilitas disinfeksi kendaraan. "Kami juga wajibkan memiliki sertifikat veteriner (SV) atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari otoritas setempat," ujar salah satu takmir.
Kajian yang terbuka untuk umum ini diakhiri dengan imbauan membawa infaq terbaik untuk mendukung kelancaran pemotongan dan distribusi dagaing yang higienis. Warga tampak antusias mencatat poin-poin penting, terutama soal pemeriksaan *post mortem* seperti kewaspadaan terhadap cacing hati dan perubahan warna jantung ala "kulit macan" yang mengindikasikan penyakit.
Dengan pemahaman ini, panitia berharap pelaksanaan kurban di Turi tahun ini berjalan lebih berkualitas, menyejahterakan hewan, dan menghasilkan daging yang benar-benar thayyib.
Arief Hartanto