Dinas Koperasi Sleman Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas UMKM, Optimalisasi Pemasaran melalui Sleman Mart
- Nov 11, 2025
- Arief Hartanto
- Warta Sembada
KIM Kertomandiri Turi
Penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemasaran melalui Sleman Mart, Senin, 10 November 2025, bertempat di Crystal Lotus Hotel, Ruang Lotus 1, Jalan Magelang, Kutu Dukuh, Sinduadi, Sleman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis Pemkab Sleman dalam memperluas akses pasar bagi produk UMKM lokal melalui platform Sleman Mart, yang dikembangkan sebagai etalase digital dan fisik untuk memasarkan produk unggulan daerah.
Anggota Komisi B DPRD Sleman, Erna Ikawati, SE., MM., memberikan penghargaan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman atas penyelenggaraan workshop dan bimbingan teknis bagi para pelaku usaha. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mempromosikan dan mengembangkan usahanya.“Saya sangat mengapresiasi Dinas Koperasi dan UMKM Sleman yang telah menggelar workshop dan bimtek bagi para pelaku usaha. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan promosi dan memperluas pasar,” ujar Erna.
Erna berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM di Sleman agar naik kelas dan semakin berdaya saing.
“Harapan saya, peserta yang mengikuti kegiatan ini benar-benar dapat menyerap ilmu yang diberikan dan mengimplementasikannya dalam usaha masing-masing. Dengan begitu, usaha mereka dapat berkembang lebih maju, meningkatkan pendapatan, serta turut menopang perekonomian di wilayah Kabupaten Sleman secara umum,” tambahnya.
Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkop Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih, S.E., M.Si., menyampaikan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. “Melalui Bimtek ini, kami ingin memberikan pemahaman menyeluruh tentang strategi pemasaran digital serta optimalisasi platform Sleman Mart sebagai media promosi produk lokal. Harapannya, UMKM Sleman semakin mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat posisi di tengah kompetisi global,”
“ Perhatian dari Dewan dalam hal ini Komisi B DPRD Sleman melalui program pokok pikiran untuk melakukan pemberdaya UMKM melalui peningkatan kapasitas kompetensi menunjukkan dewan peduli sekali terhadap pemberdayaan mikro khususnya adalah untuk peningkatan kapasitas untuk aksesibilitas produk UMKM Sleman pada jejaring yang lebih luas dan harapannya agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan daya saing dan inovasi dalam memasarkan produknya”.
Sebanyak 25 peserta dari berbagai sektor usaha diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari beragam bidang, mulai dari kuliner, kerajinan, jasa, hingga usaha kreatif. Beberapa di antaranya yaitu Dimas Aditya Mahardika (Shoes Clinic Spotless), Mukidin (Peternak ayam), Nendi Meriansh (Merianjaya Meuble), Arif Dwi Nur R. (DNR Koi), Arie Rumanta (Anyink Production), dan Suharti (Jasa Menjahit Seragam dan Gamis).
Selain itu, turut hadir pelaku usaha kuliner dan ritel seperti Erma Rachmawati (Sembako dan Jajanan Pasar), Sapto Kuswantoro (Pempek Brins Gemoy), Sri Warsiah (Sari Kacang Hijau & Tahu Guling), serta Yati Nur Fahmi (Mak Ye). Keberagaman peserta ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui dukungan digitalisasi pemasaran.
Sleman Mart sendiri menjadi salah satu inovasi Pemkab Sleman dalam mewujudkan ekosistem ekonomi inklusif berbasis teknologi. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga menjadi pusat promosi dan edukasi bisnis bagi pelaku UMKM.
Dalam Bimtek, para peserta mendapatkan materi tentang strategi branding, pemanfaatan media sosial untuk promosi, serta tata cara integrasi produk ke dalam sistem Sleman Mart. Pendampingan teknis juga akan diberikan agar peserta mampu mengelola toko digital secara mandiri dan profesional.
Paparan materi disampaikan oleh akademisi dan praktisi dari AMIKOM Yogyakarta Bahrun Gozali M.Kom tentang Keamanan Bertransaksi dan DR. Barka Satya M.KOm yang membahas peluang usaha yang sangat besar di media social yang harus bisa kita ambil sebagai peluang.
Anggota Komisi B DPRD Sleman, H. Respati Agus Sasangka, S.IP., selaku narasumber menjelaskan bahwa DPRD Sleman melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan terus berupaya memperkuat sektor UMKM. Sejumlah regulasi telah disusun, mulai dari Perda UMKM, Ekonomi Kreatif, Pemberdayaan PKL, hingga Pengembangan Desa Wisata. “Aturan ini menjadi payung hukum agar usaha rakyat makin mandiri. Pemerintah hanya stimulator, penggerak utama tetap masyarakat,” jelasnya.
Respati mengungkapkan, dari total APBD Sleman sebesar Rp3,6 triliun, hanya sekitar 30–40 persen yang dapat langsung mendorong kegiatan ekonomi rakyat. Padahal, perputaran uang di Sleman mencapai Rp12 triliun per tahun. “Artinya, ekonomi daerah harus digerakkan oleh masyarakat, terutama UMKM,” tegasnya.
Selain itu pentingnya kreativitas dan mentalitas tangguh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Respati menilai, perubahan zaman menuntut pelaku usaha agar adaptif dan berpikir kreatif. “Kreativitas harus menjadi menu utama dalam setiap usaha. Kita harus berani berubah dan bergerak cepat mengikuti perkembangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan pola berdagang di era digital. “Sekarang banyak yang sukses tanpa toko, bahkan tanpa produk sendiri. Yang penting berani mencoba dan memanfaatkan media online,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan usaha lebih ditentukan oleh mental wirausaha ketimbang modal finansial. “Modal bisa dicari, tapi tanpa mental kuat sulit berhasil. Mental tangguh membuat kita berani gagal dan terus berinovasi,” tutur Respati.
Dalam kesempatan itu, ia mendorong pelaku UMKM untuk membaca peluang pasar dan membangun jejaring usaha agar mampu naik kelas. “Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan agar berpihak pada ekonomi rakyat. Bimtek seperti ini diharapkan menumbuhkan semangat baru untuk berinovasi dan mandiri,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha, kegiatan Bimtek Dinkop UKM Sleman diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman.