Edukasi Pengaturan Diet untuk Pasien Prolanis DM dan Hipertensi Digelar di Klinik Citra Asri Ponosaran Girikerto Turi

  • Nov 29, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Girikerto

Turi, KIM Kertomandiri

Upaya pengendalian penyakit kronis kembali dilakukan melalui kegiatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di Klinik Citra Asri dr. M Indriyanto Ponosaran Girikerto Turi pada Sabtu  29 November 2025.  

Kegiatan pemeriksaan rutin enam bulanan diselenggarakan mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai  dimana agenda ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, namun juga memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran peserta dalam pengelolaan penyakit kronis.

Menurut Desi DA salah satu petugas kesehatan Klinik Citra Asri menuturkan “ Kegiatan dimulai dengan registrasi dan pengambilan nomor antrean oleh para peserta. Petugas memastikan kelengkapan data serta fotokopi BPJS atau KTP yang menjadi syarat administrasi. Selanjutnya peserta diarahkan untuk menjalani pemeriksaan tanda vital, antara lain pengecekan tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk menilai kondisi kesehatan sebelum dilakukan pengambilan sampel laboratorium”.

Selain cek kesehatan sekitar 110 peserta Prolanis yang terdiri dari pasien Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi mengikuti penyuluhan kesehatan bertema “Pengaturan Diet pada Pasien Prolanis Diabetes Melitus dan Hipertensi” yang disampaikan oleh Ahli Gizi Dyah Ayu Larasati, S.Gz.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pola makan sehat dalam mencegah komplikasi kedua penyakit tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Dyah Ayu menjelaskan bahwa Diabetes Melitus dan Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berbahaya karena dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal apabila tidak dikontrol secara konsisten. Menurutnya, diet adalah komponen utama dalam pengelolaan kedua penyakit ini.
“Diet bukan sekadar mengurangi makan, tetapi mengatur jenis makanan, jumlah, dan jadwal asupan agar kadar gula darah serta tekanan darah tetap stabil,” tegasnya.

Ia menerangkan bahwa DM dapat terjadi karena kekurangan produksi insulin atau resistensi insulin, sehingga kadar gula darah meningkat. Gejalanya antara lain sering haus, sering buang air kecil, cepat lapar, berat badan turun drastis, luka sulit sembuh, hingga kesemutan. Sementara hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala namun berdampak fatal jika diabaikan.

Dalam kesempatan itu Dyah Ayu juga memaparkan prinsip diet yang tepat untuk pasien DM melalui konsep 3J (Jadwal, Jumlah, dan Jenis). Pasien diminta makan teratur tiga kali sehari dengan dua kali camilan sehat, memperhatikan kebutuhan kalori, serta memilih makanan rendah indeks glikemik dan tinggi serat.
“Makanan manis, minuman berpemanis, kue, sirup, dan jajanan tinggi gula harus dibatasi. Sebaliknya, pasien dianjurkan makan nasi merah, roti gandum, ubi, serta banyak sayur dan buah,” jelasnya.

Sementara untuk pasien hipertensi, Dyah memperkenalkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang terbukti efektif menurunkan tekanan darah. Diet ini menekankan konsumsi tinggi buah, sayur, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak, serta membatasi garam, gula tambahan, lemak jenuh, dan daging merah.
Ia menegaskan, “Batas maksimal konsumsi garam per hari adalah satu sendok teh. Makanan olahan seperti mi instan, sosis, dan makanan kaleng harus dihindari karena tinggi natrium.”

Dyah juga memberikan contoh menu harian ideal bagi peserta Prolanis, mulai dari sarapan hingga makan malam, disertai pilihan camilan sehat. Selain itu, ia mengingatkan bahwa metode memasak turut memengaruhi kesehatan.
“Bagi penderita DM gorengan harus dibatasi karena kombinasi karbohidrat dan lemak dapat mempercepat peningkatan gula darah sekaligus memicu kolesterol tinggi. Pilihan terbaik adalah kukus, rebus, panggang, atau menggunakan airfryer,” paparnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa diet harus dibarengi gaya hidup sehat, seperti olahraga 30 menit per hari, berhenti merokok, cukup minum air putih, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah secara rutin.

Menutup penyuluhan, Dyah Ayu kembali mengingatkan bahwa DM dan hipertensi bukan vonis tak ada harapan.

“Diabetes bukan kutukan dan bisa dikontrol, Hipertensi juga bukan berarti harus bergantung obat seumur hidup. Kunci terletak pada disiplin dan konsistensi menjalankan pola makan dan gaya hidup sehat,” ujarnya.

Kegiatan Prolanis di Klinik Citra Asri Ponosaran Girikerto Turi ini diharapkan menjadi sarana edukasi rutin untuk membentuk masyarakat yang semakin sadar pentingnya pengelolaan penyakit kronis. Peserta berharap penyuluhan serupa terus digelar agar mereka dapat saling mendukung dan mengontrol kesehatan secara lebih baik.

 

Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi