HUT ke-78 Girikerto dan Upacara Ngrowhod 2026, Tradisi dan Kebersamaan Terjaga

  • Apr 27, 2026
  • Arief Hartanto
  • Warta Girikerto

Turi, KIM Kertomandiri

 Perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Kalurahan Girikerto berlangsung semarak dengan balutan kearifan lokal melalui upacara adat Ngrowhod Tahun 2026 di Balai Budaya Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Minggu (27/4). Kegiatan ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya sekaligus wujud rasa syukur masyarakat lereng Merapi.

Rangkaian acara berlangsung khidmat namun tetap meriah dengan partisipasi luas warga. Upacara adat Ngrowhod yang digelar menjadi inti perayaan, sarat makna spiritual sebagai ungkapan syukur serta permohonan keselamatan dan kesejahteraan. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Girikerto, Sudibya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tasyakuran warga. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni dengan alam, mengingat posisi Girikerto yang berada di lereng Gunung Merapi.
“Alhamdulillah, dengan acara tasyakuran seperti ini, Girikerto senantiasa mendapatkan ayom, ayem, tentrem, gemah ripah loh jinawi,” ujar Sudibya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat harus mampu bersahabat dengan alam dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Girikerto yang rukun dan damai.

Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

Rangkaian kegiatan HUT Girikerto telah dimulai sejak 12 hingga 27 April dengan berbagai agenda menarik. Di antaranya pasar malam, pasar Ngrowhod, pertunjukan karawitan, jathilan, wayang kulit, ketoprak, hingga kegiatan sosial seperti donor darah dan fun run. Selain itu, digelar pula ziarah ke makam mantan lurah dan pamong sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

Secara historis, peringatan hari jadi Kalurahan Girikerto mengacu pada Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tertanggal 19 April 1948. Dalam maklumat tersebut disebutkan penggabungan beberapa kalurahan, yakni Tanggung, Nangsri Lor, Kemirikebo, dan Ngandong menjadi satu wilayah bernama Girikerto.

Hari pertama peringatan diisi dengan kegiatan Halal Bihalal dan penyampaian Laporan Penyelenggaraan Kinerja Lurah (LPKL) masa jabatan 2020–2025. Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY, KPH H. Yudanegara, Ph.D., serta Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya.

Dalam arahannya, KPH H. Yudanegara menegaskan pentingnya transparansi pemerintahan kalurahan melalui LPKL sebagai bagian dari Reformasi Kalurahan yang diinisiasi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. “LPKL merupakan wujud akuntabilitas dan keterbukaan pemerintah kalurahan kepada masyarakat,” ujarnya.

Memasuki hari kedua, masyarakat disuguhi penampilan seni tradisional jathilan dari kelompok Jati Manunggal asal Kepuharjo, Cangkringan. Pertunjukan ini semakin menambah semarak perayaan sekaligus mempertegas komitmen pelestarian budaya di Kalurahan Girikerto.

Peringatan ini diharapkan menjadi refleksi bersama untuk terus menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan kelestarian alam demi keberlanjutan generasi mendatang.