Kajian Subuh di Masjid Baiturrahim Turi, Ustadz Asep Wawan: Jadikan Allah Satu-satunya Sandaran Hidup
- Jun 27, 2026
- Arief Hartanto
- Warta Donokerto
Turi Kertomandiri
Masjid Baiturrahim Turi, Sleman, kembali menggelar Kajian Sabtu Pagi pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selepas salat Subuh, pukul 04.40 hingga 05.40 WIB tersebut menghadirkan penceramah dari Bandung, Ustadz Asep Wawan Sopian, S.Hum., dan diikuti jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Turi dan sekitarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Asep mengajak umat Islam untuk menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bersandar dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ketergantungan kepada selain Allah hanya akan mendatangkan kekecewaan.
“Jadikan Allah sebagai sandaran kita, karena bersandar pada selain Allah dan bersandar pada dunia hanya akan mendapatkan kekecewaan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menekankan pentingnya sikap istiqamah dalam beribadah dan terus memperbaiki diri. Salah satu bentuk permohonan yang dianjurkan Rasulullah SAW, kata dia, adalah meminta kesehatan yang disertai afiat, yakni kesehatan yang membawa keberkahan dan ketenangan.
Ustadz Asep mengutip doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yakni Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘afiyata fid dunya wal akhirah, yang berarti, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan serta perlindungan di dunia dan akhirat.”
“Kita tidak hanya meminta sehat badan, tetapi juga afiat. Ada keberkahan, ketenangan pikiran, dan ketenteraman hati dalam menjalani kehidupan,” katanya.
Menurutnya, kesehatan fisik tidak akan berarti apabila tidak digunakan untuk kebaikan. Ia mencontohkan seseorang yang sehat, namun enggan memakmurkan masjid atau masih terjebak dalam perilaku yang tidak terpuji seperti ghibah.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Asep juga mengingatkan jamaah agar meningkatkan kualitas ibadah, khususnya salat. Ia menyebutkan bahwa ibadah tidak boleh sekadar menjadi rutinitas, tetapi harus menghadirkan kedekatan hati dengan Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa setan senantiasa menggoda manusia, termasuk ketika melaksanakan salat. Bahkan, dalam hadis disebutkan adanya setan bernama Khanzab yang bertugas mengganggu kekhusyukan orang yang sedang salat.
“Gangguan pertama adalah menghadirkan berbagai persoalan dunia dalam pikiran sehingga seseorang tidak khusyuk. Karena itu, kita harus memahami makna bacaan salat agar hati benar-benar menghadap kepada Allah,” jelasnya.
Gangguan berikutnya adalah rasa mengantuk dan keinginan menguap saat salat. Selain itu, setan juga menggoda manusia dengan membuat pandangan mata melirik ke berbagai arah.
Untuk menghindari hal tersebut, ia mengingatkan pentingnya menjaga pandangan tetap tertuju ke tempat sujud sebagaimana makna yang terkandung dalam Surah Al-Mu’minun ayat 1-2 tentang keberuntungan bagi orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.
Kajian Sabtu Pagi di Masjid Baiturrahim Turi rutin digelar sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Pengurus masjid berharap kegiatan tersebut terus menjadi wadah pembinaan spiritual bagi umat serta mengajak masyarakat untuk semakin memakmurkan masjid melalui kajian-kajian keislaman yang terbuka untuk umum.