Kehangatan 400an Peserta Hadiri Syawalan Trah Sumo Kerto Sentono Putaran XV

  • Mar 26, 2026
  • Arief Hartanto
  • Warta Bangunkerto

Karangwuni, KIM Kertomandiri Turi
Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum sakral yang merawat akar kebersamaan dan menguatkan jalinan silaturahmi lintas generasi. Suasana hangat itulah yang terpancar dalam gelaran Syawalan Trah Sumo Kerto Sentono Putaran XV yang berlangsung penuh khidmat di Homestay Krisna  Karangwuni, Bangunkerto, Turi, Sleman, pada Selasa, 4 Syawal 1447 H atau bertepatan dengan 24 Maret 2026.
Momen ini menjadi ruang temu yang dinanti, di mana seluruh keluarga besar berkumpul, melebur perbedaan, dan mempererat ikatan darah dalam balutan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Di bawah cerahnya langit pagi pascahujan deras semalam, sekitar 400an anggota keluarga berkumpul di Rumah Tarauni dengan penuh suka cita.
Ketua Paguyuban Trah Sumokerto Sentono H. Suhartanya SH  dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan haru atas antusiasme keluarga besar yang hadir.
"Alhamdulillah yang hadir banyak sekali. Kami sebagai ketua sangat menghargai apresiasi ini. Kami sangat puas dan insyaallah kegiatan ini akan terus berlanjut selamanya, karena ini adalah ikatan lahir batin dunia akhirat," ujar Pakanto.
 Acara yang dipandu oleh tiga MC  berlangsung meriah. Dengan gaya khas generasi muda yang energik, mereka memperkenalkan kembali silsilah keluarga agar generasi penerus tetap mengenal akar mereka.
 "Kami ingin yang muda-muda tahu, inilah rumah Mbah Wiro Sarjono. Beliau dulu pernah menjadi pamong di Bangunkerto. Ini adalah rumah bersejarah bagi kita semua," ungkap salah Arif  Asnawi perwakilan tuan rumah saat mengenalkan lokasi acara yang sarat akan nilai historis keluarga.
 Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Syawalan yang dilakukan secara serentak. Suasana berubah menjadi hening dan penuh haru saat seluruh anggota keluarga mengikuti kata demi kata ikrar tersebut.
"Kami keluarga besar Trah Sumo Kerto Sentono di hari yang berbahagia ini mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dengan ketulusan hati, kami memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan kami. Semoga di hari yang fitri ini, dosa-dosa kita saling terhapuskan," ucap hadirin serempak.
Selain memohon maaf, keluarga besar juga secara terbuka memberikan maaf bagi saudara-saudara yang tidak sempat hadir, dengan harapan di masa depan keluarga ini tetap harmonis dan saling tolong-menolong.
 Acara ditutup dengan doa bersama dipimpin Prof. Risanuri Hidayat dan makan siang yang diiringi hiburan lagu-lagu santai. Syawalan ke-15 ini sukses menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang terus berubah, keluarga adalah tempat pulang yang paling teduh.
Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi