Kunjungan Kerja DPMK Kabupaten Raja Ampat ke Desa Girikerto Sleman, Pelajari Tata Kelola Desa Adat dan Budaya

  • Dec 04, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Girikerto

Girikerto, KIM Kertomandiri

Desa Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, menjadi tujuan kunjungan kerja rombongan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Raja Ampat pada Selasa, 2 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan dinas yang berfokus pada penguatan tata kelola desa adat dan budaya sebagai identitas sosial masyarakat di Papua Barat.

Rombongan DPMK Kabupaten Raja Ampat memilih Girikerto karena desa tersebut berada dalam wilayah Kesultanan Yogyakarta dan dianggap sebagai contoh ideal dalam pelestarian adat sekaligus pengelolaan pemerintahan desa. “Kami memilih Desa Girikerto dikarenakan desa tersebut masuk dalam wilayah Jogjakarta di bawah pemerintah Kesultanan DIY,” ujar perwakilan tim dari Raja Ampat. Mereka menilai Girikerto berhasil memadukan kearifan lokal dengan sistem administrasi desa yang modern dan tertata.

Dalam penyambutannya, pihak desa Girikerto menunjukkan keramahan serta dukungan penuh terhadap misi kunjungan tersebut. “Alhamdulillah kunjungan kami disambut dengan baik oleh Pak Lurah beserta aparat desa setempat,” .

Kunjungan yang berlangsung hangat ini diawali dengan tatap muka, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah situs budaya dan adat istiadat yang selama ini menjadi elemen penting kehidupan masyarakat Girikerto.

Kepala Seksi Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna DPMK Raja Ampat, Albert Sekewael, menyampaikan harapannya agar kunjungan ini membawa perubahan positif bagi masyarakat Raja Ampat. “Semoga dengan hasil kunjungan ini dapat membawa manfaat dan inovasi-inovasi yang ada di 117 kampung tentang bagaimana sistem tata kelola desa ke depannya dengan mengacu pada norma-norma adat istiadat,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Hairul Anwar, Kepala Seksi Kelembagaan dan Kerja Sama Antar Kampung. Menurutnya, penguatan kapasitas kelembagaan desa adat akan menjadi fokus penting dalam pengembangan kampung di Raja Ampat. Tak hanya belajar mengenai struktur kelembagaan, rombongan juga melakukan dialog interaktif untuk menggali praktik terbaik pengelolaan budaya dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan desa.

Lurah Girikerto, H. Sudibya, S.Pd, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan DPMK Raja Ampat menjadikan Girikerto sebagai rujukan pengelolaan desa adat. Ia menegaskan bahwa masyarakat Girikerto selalu berkomitmen menjaga identitas budaya sebagai dasar penguatan pembangunan desa. Sudibya berharap hubungan kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam bentuk pertukaran ilmu dan kegiatan pemberdayaan ke depan.

Sebagai penanda hubungan baik dan simbol kerja sama antardaerah, DPMK Raja Ampat menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Pemerintah Desa Girikerto.  

Kegiatan kunjungan ini dihadiri oleh jajaran pejabat DPMK Kabupaten Raja Ampat Albert Sekewael, Hairul Anwar, Elias Marandof, Nuku Tamima, Dian R. Rahayuningsi dan Jack R. Gaman (Kabid Perencanaan).

Sabdanu Arya selaku pendamping pada berharap agar Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama yang lebih luas dalam penguatan budaya, tata kelola desa, dan pemberdayaan masyarakat. Bagi Raja Ampat, studi lapangan ini menjadi pijakan penting dalam merancang inovasi kebijakan pembangunan 117 kampung berbasis adat di wilayahnya. Dengan pembelajaran dari Sleman, keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat di Raja Ampat diharapkan dapat dikelola lebih sistematis dan selaras dengan kearifan lokal.

 

Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi