Museum Penerangan Kementrian Komunikasi dan Digital berkunjung ke DIY: Perkuat Peran KIM Lewat Studi dan Dialog Interaktif

  • Jul 01, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Turi

Sleman, KIM Turi Kertomandiri

Museum Penerangan yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) melakukan kunjungan kerja ke Diskominfo DIY, Kamis (26/06/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan strategis untuk memperkaya narasi edukatif dan dokumentasi kelembagaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rombongan dari Museum Penerangan disambut secara resmi oleh Nugroho Jannin selaku perwakilan dari Diskominfo DIY. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Forum Komunikasi KIM DIY, Soeripto, yang turut mendampingi sesi diskusi dan studi interaktif. Hadir pula sejumlah perwakilan KIM dari berbagai wilayah di Sleman, antara lain Suharno dari KIM Kerto Mandiri, Turi, serta Eka Sastra dan Saviera Ajeng dari KIM DSN Sardonoharjo, Ngaglik.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para pelaku KIM secara langsung dengan institusi pusat yang selama ini mengelola data dan dokumentasi terkait komunikasi publik berbasis komunitas. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan semangat kolaboratif, seluruh peserta saling berbagi pengalaman, praktik baik, inovasi, dan juga tantangan yang dihadapi KIM di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Nugroho Janin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Museum Penerangan di Yogyakarta. Ia menilai kunjungan ini sebagai momen penting untuk membangun sinergi pusat dan daerah dalam penguatan komunikasi publik.

“Kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran Museum Penerangan di Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama antara lembaga pusat dan daerah, khususnya dalam memotret kiprah dan semangat para pegiat KIM yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa DIY memiliki jaringan KIM yang aktif dan kreatif dalam memproduksi serta menyebarluaskan informasi. “Kami percaya dokumentasi dan narasi dari Museum Penerangan bisa menjadi etalase nasional atas kerja-kerja sunyi KIM yang berdampak besar. Semoga sinergi ini terus berlanjut, tak hanya dalam bentuk kunjungan, tetapi juga kolaborasi program yang lebih konkret ke depan,” tambah Nugroho.

Sementara itu, perwakilan Museum Penerangan, Yuri Arif Waspodo menjelaskan bahwa DIY dipilih sebagai salah satu daerah tujuan karena dinilai memiliki dinamika KIM yang berkembang pesat.

“Kegiatan ini sangat penting untuk melihat praktik baik di lapangan dan menjadi bagian dari upaya memperkuat narasi KIM di ruang publik, termasuk nantinya dalam bentuk edukasi dan pameran di Museum Penerangan,” jelas Yuri.

Ia juga menyebutkan bahwa dokumentasi yang dikumpulkan selama kunjungan ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan pameran digital maupun fisik tentang kiprah KIM di Indonesia.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari strategi komunikasi di tengah masyarakat digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia KIM, hingga keberlangsungan forum komunikasi KIM di tingkat kabupaten dan provinsi. Para peserta juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan dan fasilitasi dari pemerintah agar KIM tetap relevan dalam mengelola arus informasi publik yang semakin kompleks.

Ketua Forum Komunikasi KIM DIY, Soeripto juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antar-KIM serta peningkatan literasi digital di tingkat akar rumput.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara KIM daerah dengan pemerintah pusat. KIM bukan sekadar penyambung informasi, tapi juga agen perubahan sosial di komunitasnya masing-masing,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan dialog terbuka dan peninjauan dokumentasi kegiatan KIM oleh tim Museum Penerangan. Diharapkan, hasil dari kunjungan ini akan menjadi landasan awal bagi pengembangan program kolaboratif ke depan, baik dalam bentuk riset, pelatihan, maupun promosi bersama.

Dengan kunjungan ini, Museum Penerangan dan Diskominfo DIY berhasil mempertemukan pelaku informasi komunitas dengan pemangku kepentingan nasional, membuka ruang dialog, dan memperkuat misi bersama, menghadirkan sistem komunikasi publik yang inklusif, partisipatif, dan memberdayakan masyarakat. (ESK – KIM DSN Ngaglik)