Pemuda RT 06 Sidoharjo Ubah Sampah Bernilai Ekonomi, Gotong Royong Jaga Lingkungan Tetap Bersih
- Jul 20, 2026
- Arief Hartanto
- Warta Bangunkerto
Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi
Semangat menjaga lingkungan terus ditunjukkan para pemuda-pemudi RT 06 Sidoharjo Turi Sleman melalui kegiatan pengumpulan sampah yang dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan sekali. Program yang melibatkan partisipasi warga ini tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, para pemuda mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan sampah yang telah dipisahkan. Sampah tersebut kemudian disortir berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, kardus, logam, besi, dan kaca. Material yang masih memiliki nilai jual disalurkan kepada pengepul, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan lingkungan.
Ketua kegiatan, Dendra Wicaksono, mengatakan gerakan ini lahir dari kepedulian generasi muda terhadap kebersihan lingkungan sekaligus sebagai upaya membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.
"Kami ingin mengajak seluruh warga menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan cara sederhana ini, lingkungan menjadi lebih bersih, sampah memiliki nilai ekonomi, dan hasilnya bisa dimanfaatkan kembali untuk kepentingan bersama," ujar Dendra ketika ditemui pada Senin sore 20 Juli 2026.
M. Rafi yang mengoordinasikan pendataan hasil pengumpulan sampah. Menurutnya, antusiasme masyarakat terus meningkat karena warga mulai merasakan manfaat nyata dari program tersebut.
Setiap kali pengambilan, sedikitnya sekitar 200 botol bekas, 100 kardus bekas, serta berbagai jenis logam dan besi berhasil dikumpulkan dari rumah-rumah warga. Total sampah yang terkumpul berkisar antara 5 hingga 10 kilogram dalam sekali kegiatan.
Hasil penjualan sampah dilakukan setiap enam bulan sekali. Dana yang diperoleh tidak dibagikan kepada individu, melainkan dimasukkan ke dalam kas kepemudaan RT 06 Sidoharjo untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, kerja bakti, maupun program pembinaan generasi muda.
Selain memberikan tambahan dana operasional, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Warga diajak mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mendaur ulang sampah agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Program tersebut juga memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan. Saluran air menjadi lebih bersih karena minim sampah, risiko banjir akibat penyumbatan berkurang, serta kualitas kebersihan lingkungan permukiman semakin terjaga. Di sisi lain, sampah organik yang diolah menjadi kompos turut mendukung penghijauan di sekitar lingkungan RT.
Rafi menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, manfaatnya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi warisan budaya peduli lingkungan bagi generasi berikutnya," katanya.
Melalui gerakan sederhana namun konsisten ini, pemuda-pemudi RT 06 Sidoharjo membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tingkat keluarga dan lingkungan terkecil. Dengan semangat kebersamaan, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi sumber manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi langkah nyata menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.