Penggemblengan Kader Hizbul Wathan UNISA Di Desa Wisata Pulewulung
- Nov 03, 2025
- Arief Hartanto
- Warta Bangunkerto
Turi, KIM Kertomandiri
Suasana Desa Wisata Pulewulung, Bangunkerto, Turi, Sleman, akhir pekan ini tampak semarak dengan kegiatan Diklat Dasar (Diklatsar) Hizbul Wathan (HW) yang digelar oleh Kafilah Siti Baroroh Baried Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA). Selama tiga hari, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025, lokasi wisata alam ini menjadi tempat penggemblengan ratusan peserta muda calon pemimpin masa depan Muhammadiyah.
Mengusung tema “Transformasi Energi dan Visi Menghadirkan Pemimpin Muda Berkarakter Pelanjut Estafet HW”, kegiatan ini dirancang untuk membentuk kader Hizbul Wathan yang tangguh, berkarakter, dan siap melanjutkan estafet perjuangan persyarikatan.
Menurut Aris Suryanto, pengelola Desa Wisata Pule Wulung “ semoga kegiatan camping kali ini bisa berlangsung dengan nyaman dan para peserta bisa menikmati indahnya dunia pedesaan di Bangunkerto Turi yang menawan”.
Hari pertama kegiatan diawali di kampus terpadu UNISA dengan pembukaan resmi oleh Ketua Kafilah dan doa bersama. Selanjutnya, peserta bergerak menuju Bumi Perkemahan Pulewulung di Desa Bangunkerto, Turi, untuk melaksanakan berbagai aktivitas lapangan dan pembinaan karakter.
“Pemilihan Pulewulung bukan tanpa alasan,” jelas Ramanda Galih Adhi Isak Setiawan, salah satu pembina kegiatan. “Selain udaranya sejuk dan lingkungannya alami, kawasan ini memiliki nilai edukatif dan kebersamaan yang sejalan dengan semangat Hizbul Wathan.”
Di Pulewulung, peserta mengikuti serangkaian agenda padat mulai dari pendirian tenda, materi sejarah dan atribut HW, pelatihan kepemimpinan Islami, hingga sesi survival dan kebencanaan bersama tim MDMC Muhammadiyah. Aktivitas ini dipadukan dengan permainan interaktif, kegiatan ice breaking, serta api unggun malam yang mempererat solidaritas antar peserta.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu pagi, di mana para peserta melakukan jelajah alam, senam kebugaran, dan penampilan proyek kelompok. Kegiatan ini menumbuhkan daya juang, kemandirian, dan resiliensi sebagaimana tema hari ketiga, “Eskalasi Daya Juang dan Resiliensi untuk Mewujudkan Kader yang Berintegritas.”
Menurut Ayunda Nisa Kamila, S.Ars, pemateri bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menempa kepemimpinan sejati. “Hizbul Wathan mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan keberanian. Inilah bekal bagi pemimpin muda yang berkarakter,” ujarnya.
Selain memperkuat nilai-nilai kaderisasi, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Warga Bangunkerto menyambut antusias kehadiran peserta yang turut menghidupkan wisata edukatif Pulewulung.
Dengan berakhirnya Diklatsar HW pada Minggu siang, seluruh peserta meninggalkan lokasi dengan semangat baru untuk terus mengabdi. Desa Wisata Pulewulung pun menegaskan dirinya bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga laboratorium karakter bagi generasi muda Muhammadiyah yang siap berkhidmat untuk umat dan bangsa.
Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi Wisata