Petani Kendal Bangunkerto Dilatih Jadi Wirausahawan Ayam Petelur Fungsional
- Oct 08, 2025
- Arief Hartanto
- Warta Bangunkerto
Turi, Kertomandiri
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman terus mendorong pengembangan wirausaha pertanian berbasis inovasi pangan fungsional. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Budidaya Ayam Petelur Fungsional yang digelar sejak 10 September hingga 7 Oktober 2025 di Padukuhan Kendal, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam lima kali pertemuan dengan melibatkan beragam unsur masyarakat, yakni Kelompok Tani Karya Bersama, Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Kendal, serta unsur pemuda. “Kami ingin membentuk wirausahawan baru yang mampu bergerak di bidang produksi dan pemasaran telur omega,” jelas Tri Anggono salah satu perangkat desa Bangunkerto.
Pelatihan ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur dinas, praktisi, dan pelaku usaha, termasuk akademisi dari Fakultas Peternakan UGM, Fapet UMY, serta pendamping lapangan dari PPL dan Medik Veteriner. Mereka membawakan materi seputar teknik budidaya ayam petelur fungsional, manajemen pakan, pengelolaan limbah peternakan, hingga strategi pemasaran produk telur omega.
Kepala Kendal Agus DS menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teori, melainkan juga praktik lapangan. “Peserta dilibatkan langsung dalam praktik pembuatan pakan, pengelolaan limbah, dan manajemen kandang ayam fungsional,” ujarnya. Dalam salah satu sesi, peserta bahkan diajak studi tiru ke kelompok peternak yang telah berhasil mengembangkan telur omega di wilayah lain.
Selain memberikan materi dan pendampingan, Dinas juga menyalurkan bantuan berupa peralatan budidaya, 100 ekor ayam pullet (ayam siap telur), serta pendampingan teknis selama masa produksi. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi kelompok tani dan KWT Kendal untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur secara berkelanjutan.
Salah satu peserta Mulyono pelatihan, perwakilan dari Kelompok Tani Karya Bersama, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Kami tidak hanya belajar teori, tapi juga bisa praktik langsung membuat pakan sendiri dan mengelola limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Materi terakhir yang disampaikan pada awal Oktober membahas rencana usaha ayam dan unit usaha telur fungsional, termasuk penyusunan rencana usaha kelompok (RUK) dan rencana kerja kelompok (RKK). Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi motivasi dan rencana tindak lanjut oleh Kepala UPTD Peternakan Sleman, yang menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi.
Dengan pelatihan ini, diharapkan Padukuhan Kendal, Bangunkerto, dapat menjadi salah satu sentra kecil penghasil telur omega bernilai tinggi, sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan fungsional di Kabupaten Sleman.
Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi