Program Pasbuja Kawi Merapi Diterima Antusias di SMP N 1 Tempel

  • Nov 12, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Turi

Turi, KIM 

Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa ( Pasbuja) Kawi Merapi membuat gebrakan baru sebagai upaya pelestarian Bahasa  dan Sastra, Jawa. Salah satu programnya yaitu Sastrawan Masuk Sekolah ( SMS). Salah satunya di SMP Negeri 1 Tempel Sleman, yang berlangsung pada Senin ( 10/11/2025 ). 
Catarina Lusi Noviyanti Kepala SMP N 1 Tempel dalam sambutannya menyampaikan  terimakasihnya kepada Pasbuja Kawi Merapi yang dengan suka rela untuk membimbing siswanya dalam Sastra Jawa." Kami menyadari bahwa para siswa saat ini merasa jauh dari hal Sastra Jawa, sehingga kami berharap anak-anak nantinya bisa lebih dekat dan memahami budaya dan Sastra Jawa." Tuturnya. 

Selanjutnya Ia berharap agar nantinya Pasbuja bisa memberikan bimbingan yang berkelanjutan. " Pertemuan yang cuma 2 jam kali ini, mungkin baru bisa pengenalan tata cara menulis geguritan, sehingga perlu bimbingan lebih lanjut." Ujar Lusi. 

Sedangkan dari Pasbuja yang hadir pada saat itu, Nyadi Kasmorejo ( Ki Jenggot Kucir), S P Handayani dan Sugiyanto. 

Dalam pengantarnya Sugiyanto menyampaikan terimakssihnya kepada SMP N 1 Tempel yang menerima relawan Pasbuja. Program SMS berawal dari keprihatinan yang saat ini anak-anak yang kurang minat terhadap budaya dan Sastra Jawa. Sebagai upaya untuk menumbuhkan keberanian untuk menuangkan buah pikiran dalam bentuk geguritan maupun bentuk Sastra Jawa yang lain maka Pasbuja membuat program SMS. " Output yang diharapkan para siswa nanti berkreasi untuk menulis geguritan, syukur nanti bisa kita buat abtologi geguritan." Tandasnya. 

Materi geguritan disampaikan oleh Nyadi Kasmorejo, dalam pemaparannya Ia menyampaikan arti dan tata cara membuat geguritan. Geguritan dalam bahasa Indonesia disebut puisi bebas, rangkaian beberapa kata yang indah. Untuk menulis geguritan diperlukan ide atau gagasan." Untuk menemukan ide perlu memilih tema yang pendek, suasana dan kata kunci." Jelas Nyadi. 
Setelah mendapatkan penjelasan para siswa dibantu SP Handayani langsung praktik membuat geguritan. Hasil praktik cukup menggembirakan." Apabila mendapat bimbingan lebih lanjut, para siswa ini, bisa menjadi sastrawan  potensial." Tutur SP Handayani. 
( Giek / KIM Moyudan)