Rumah Qur’an Qurrotaa’yun Ngablak Turi, Gelar Pengajian Jangan Tunda Berbuat Baik, Bekal Menuju Akhirat
- Sep 27, 2025
- Arief Hartanto
- Warta Bangunkerto
Turi,
Rumah Qur’an Qurrotaa’yun (RQQ) Ngablak, Bangunkerto, Turi, kembali menggelar kegiatan pengajian yang ditujukan bagi wali santri dan masyarakat umum dengan menghadirkan Ust. Prof. drh. H. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D., Wakil Dekan FKH UGM sekaligus Sekjen Masjid Kampus UGM, sebagai penceramah pada Sabtu (27/9/2025) pukul 08.00–10.00 WIB.
Dengan tema “Jangan Tunda Berbuat Baik, Bekal Akhirat”, pengajian ini menekankan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk menambah amal saleh. “Hidup di dunia hanyalah sementara. Menunda berbuat baik sama artinya dengan menunda keselamatan diri sendiri. Waktu yang hilang tidak akan kembali, sementara kematian datang tanpa pemberitahuan”.
Selain pengajian, RQQ terus mengelola sejumlah program pendidikan Al-Qur’an bagi berbagai kalangan. Saat ini ada 70 santri anak usia TK hingga SMP yang mengikuti program tahsin. Dua di antaranya bahkan telah menyelesaikan hafalan juz 30 atau juz amma.
Untuk kalangan ibu, tersedia program tahsin metode Umi dengan 18 peserta. Pada Juni 2025 lalu, salah satu kelas berhasil menyelesaikan jilid ghorib. Adapun program rutin tahsin juz amma dan fikih juga digelar setiap Sabtu siang dan Rabu pagi dengan 29 santri ibu-ibu.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan rutin dan konsisten. Anak-anak serta para ibu semakin dekat dengan Al-Qur’an. Program ini bukan hanya pendidikan, tapi juga tabungan amal untuk akhirat,” jelas Ustadz Fikri Alaudin, S.Pd. pengasuh RQQ.
Dalam pengajian, Prof. Agung Budiyanto mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
Beliau juga mengingatkan QS. Ali Imran ayat 133: “Berlomba-lombalah kamu (dalam mengerjakan amal) untuk memperoleh ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”
Rasulullah berpesan agar umat Islam segera beramal sebelum kesempatan itu hilang. Dalam hadis riwayat Tirmidzi beliau bersabda: “Bersegeralah kalian beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang melalaikan, kekayaan yang membuat lupa, sakit yang merusak, tua renta yang melemahkan, kematian yang memutus amal, fitnah Dajjal, atau hari kiamat yang lebih dahsyat dan pahit.”
Pengajian yang dihadiri ratusan jamaah berlangsung penuh hikmah. Peserta diajak merenungi bahwa waktu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Kesempatan berbuat baik tidak datang dua kali, dan kematian tidak pernah menunggu kesiapan manusia.
“Gunakan waktu senggang untuk membaca Al-Qur’an, menambah ilmu agama, dan membantu sesama. Kebaikan sekecil apa pun bernilai besar di sisi Allah. Jangan tunda, karena esok belum tentu milik kita,” pungkas Prof. Agung dalam tausiyahnya.
Kegiatan RQQ juga bersinergi dengan Gerakan Infaq Beras (GIB) Munzalan. Melalui program ini, masyarakat diajak berinfaq beras untuk mendukung kebutuhan anak-anak penghafal Al-Qur’an dimana Infaq beras adalah bentuk kepedulian sekaligus amal jariyah. Setiap butir beras yang kita sumbangkan akan menjadi bagian dari pahala saat digunakan untuk mendukung santri penghafal Qur’an.
Dengan program pendidikan Al-Qur’an yang konsisten serta pengajian rutin, Rumah Qur’an Qurrotaa’yun berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi