Sadranan Warga Padukuhan Kendal

  • Feb 10, 2026
  • Arief Hartanto
  • Warta Bangunkerto

Tradisi Sadranan kembali digelar oleh warga Padukuhan Kendal, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman, pada Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di area Makam Barat dusun ini diikuti masyarakat dari Dusun Pandansaren, Dusun Kendal, dan Dusun Sidoarjo. Padukuhan Kendal sendiri terdiri dari enam RT dan tiga RW, sehingga kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan lintas wilayah dalam satu padukuhan.

Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan rangkaian pembukaan, dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi oleh Habib Ali. Suasana khidmat mulai terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di area pemakaman a. Kegiatan kemudian dilanjutkan sambutan Dukuh Kendal, Agus Dwi Subekti, yang sekaligus menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Sadranan tahun ini.

Dalam sambutannya, Agus Dwi Subekti menyampaikan bahwa tradisi Sadranan merupakan bentuk kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Kendal sebagai sarana memperkuat nilai religius dan sosial. “Sadranan bukan hanya tradisi turun-temurun, tet dan momentum ini sekaligus menjadi persiapan spiritual menjelang Ramadhan,” ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan ikrar menjelang Ramadhan yang dipimpin H. Syamsuri. Ikrar tersebut berisi komitmen warga untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan sosial, serta menyiapkan diri secara lahir dan batin menyambut bulan suci. Setelah itu, tausiyah disampaikan Kyai Syaiful Rohman dari Jurugan, Bangunkerto, Turi. Dalam tausiahnya, Kyai Syaiful Rohman menekankan pentingnya membersihkan hati, memperbanyak doa.

“Tahun ini kita menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah. Sadranan menjadi sarana muhasabah diri, mendoakan para leluhur, serta memohon ampunan kepada Allah SWT agar ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan hati yang bersih,” tutur Kyai Syaiful Rohman dalam tausiahnya.

Acara kemudian ditutup dengan tahlil yang dipimpin Ahmad Mustofa selaku rois atau kaum Padukuhan Kendal. Tradisi Sadranan sendiri secara referensial merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada bulan Sya’ban atau Ruwah sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, doa bersama, dan penguatan spiritual menjelang Ramadhan.

Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan lancar hingga pukul 11.00 WIB. Setelah seluruh rangkaian doa selesai, sekitar 1000 warga secara bergiliran meninggalkan lokasi makam dengan tertib. Panitia menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat serta berharap tradisi Sadranan terus terjaga sebagai warisan budaya religius yang memperkuat kebersamaan warga Padukuhan Kendal.   Arief hartanto KIM Kertomandiri Turi