Safari TernakMU, Dorong Gerakan 1000 Ternak untuk Kemandirian Umat

  • Jul 01, 2026
  • Arief Hartanto
  • Warta Turi , Warta Bangunkerto

KIM Kertomandiri Turi    

Takmir Masjid Sirotul Mustaqim Masjid Ngentak, Bangunkerto, Turi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk Safari TernakMU pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini digelar di Pendopo Ngentak dengan menghadirkan jama’ah dan pengurus , termasuk rombongan dari tamu undangan dari Magelang.
Kegiatan ini menghadirkan H. Akhmad Khairudin, M.B.A., Ketua TernakMU, komunitas Ternak Warga Muhammadiyah, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan konsep microfarming dan ternak berjamaah sebagai model peternakan non-kapitalis. Menurutnya, konsep ini menekankan semangat saling menguatkan antarpelaku ternak yang terkonsolidasi secara sistematis. Dengan pola tersebut, kekuatan peternak tidak lagi berdiri sendiri, tetapi tumbuh sebagai kekuatan berjaringan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi umat.
“Sudah saatnya umat tidak terlalu menggantungkan diri pada kebijakan negara dan bantuan-bantuan lainnya. Kita harus cepat bergerak dan mandiri,” ujarnya dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, TernakMU memperkenalkan inisiatif Gerakan 1000 Ternak bagi warga di Yogyakarta dan sekitarnya. Gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian umat, memperkuat ekonomi jamaah, serta berkontribusi pada upaya swa sembada pangan berbasis komunitas.
Gerakan 1000 Ternak pada mulanya Adalah inisiatif  Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi melalui wadah komunitas ternak, TernakMU. Program ini menjadi wujud  sinergi antarpelaku ternak, berinovasi dalam menciptakan produk komersial berbasis hasil ternak. 
Selain pemaparan materi, kegiatan Safari TernakMU juga berlangsung meriah dengan pemberian doorprize berupa DOC (Day-old Chicken) ayam Elba dan KUB, serta kandang ayam skala mikro bagi peserta yang hadir. Doorprize tersebut diharapkan dapat menjadi trigger semangat jamaah untuk mulai mencoba beternak dari  langkah kecil awal untuk cita-cita yang besar. 
Antusias peserta Safari TernakMU Nampak dari undangan sebanyak 30 orang ternyata dihadiri 80 peserta dan semakin antusias mulai terlihat saat sesi tanya jawab. Pertanyaan teknis dan non teknis menjadi suasana interaktif di akhir presentasi konsep microfarming dan ternak berjamaah ini. Selain itu testimoni peserta ternak dari TernakMU PCM Turi yang hadir dan saat ini telah berhasil dalam batch sebelumnya juga berbagi pengalaman dan “transfer knowledge” kepada para peserta yang masih awam untuk mejelaskan bahwa konsep ternak ini sangat mudah dan praktis, bahkan tidak mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memulainya. Karena pembesaran 30 ekor DOC  hanya disiapkan tempat skala rumah tangga dengan penerangan Listrik tidak lebih dari 40 watt dan pakan starter yang tidak melebihi 1 sak sampai 2 bulan. 
Ketua Takmir masjid Shirotol Mustaqim Bambang Rahmanto menyampaikan bahwa dirinya bergabung dalam komunitas TernakMU dan terjun melakukan ternak dengan metode microfarming ini dan telah  merasakan langsung hasilnya. Menurutnya, pola beternak yang dikembangkan TernakMU memberikan peluang ekonomi yang realistis bagi warga Muhammadiyah.
“Setelah ikut serta dalam program TernakMU ini, saya merasakan keuntungan yang rasional hanya dengan beternak kurang dari dua bulan untuk mencetak pullet ayam Elba namun hasil penjualan dan biaya yang saya keluarkan memberikan margin yang signifikan. Harapannya, konsep ternak ini perlu kami tularkan dan dikembangkan kepada jamaah dan warga   lainnya agar keberkahan ini terus mengalir,” ungkap Bara.

Arief Hartanto