Semangat Menuju Baitullah: Inspirasi dari Perjalanan Iman Ustadz Mohammad Fauzan

  • Nov 01, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Donokerto

Turi,  KIM Kertomandiri

Kajian Sabtu Pagi di Masjid Baiturrahim Donokerto, Turi, pada Sabtu (1/11/2025) menghadirkan kisah inspiratif dari Ustadz Mohammad Fauzan, pembina Panti Asuhan dan Ponpes Muhammadiyah Umar bin Khattab Srumbung Magelang. Dalam kajian bertema “Keutamaan Berkunjung ke Baitullah”, beliau mengingatkan jamaah tentang pentingnya semangat beribadah dan menuntut ilmu sebagai jalan menuju surga.

Menurut Ustadz Fauzan, menuntut ilmu adalah ibadah yang memiliki keutamaan besar, bahkan lebih utama daripada shalat sunnah sepanjang malam. Ia menyebut majelis ilmu sebagai taman surga yang membuka jalan menuju ridha Allah. “Menuntut ilmu memang berat dan penuh rintangan, namun jika diniatkan karena Allah, semua kesulitan akan terasa ringan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Fauzan berbagi pengalaman luar biasa yang menggambarkan keteguhan niat dan semangat ibadah. Pada tahun 2021, di tengah pandemi Covid-19, ia bertekad menunaikan ibadah ke Tanah Suci dengan bersepeda dari Indonesia menuju Mekkah. Perjalanan spiritual selama delapan bulan itu akhirnya mengantarkannya ke Mekkah dan Madinah pada 2022, bahkan berlanjut hingga ke Masjid Al-Aqsa di Palestina.

“Dalam perjalanan itu, saya menghadapi banyak ujian: cuaca ekstrem, kondisi fisik, perbedaan budaya, hingga tantangan politik. Namun keyakinan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya membuat saya terus melangkah,” tuturnya.

Mengutip QS Al-Baqarah ayat 135, “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman,” Ustadz Fauzan menegaskan bahwa keinginan untuk berkunjung ke Baitullah adalah bagian dari fitrah seorang muslim.

Ia mengingatkan, siapa pun yang memiliki niat tulus akan dimampukan oleh Allah. “Mekkah memang tidak senyaman Indonesia, tetapi kebahagiaan sejati bukan dari kenyamanan fisik, melainkan dari kedekatan hati kepada Allah,” ujarnya menutup kajian.

Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi