Ustadz H. Sugeng Riyanto, Fadhilah Tadarus Al-Qur’an Tausiyah Rangkaian Subuh Ceria

  • Nov 02, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Bangunkerto

Turim KIM Kertomandiri

Jamaah Masjid At-Taqwa Sidoharjo menggelar kegiatan rutin Subuh Ceria pada Ahad (2/11/2025) yang digelar pada Ahad pertama tiap bulannya.

Dalam tausiyah kali ini menghadirkan DR. H. Sugeng Riyanto, dosen Isipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai penceramah dengan tema “Tadarus Al-Qur’an.”

Dalam kultumnya, H. Sugeng Riyanto menjelaskan bahwa tadarus berasal dari kata darosa yang berarti belajar atau memahami, dan ketika diberi awalan ta, bermakna saling belajar atau saling memahami. “Tadarus bukan sekadar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, merenungkan, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan jamaah.

Selain itu juga menjadi tadarus Al Qur’an menjdasi satu amalan yang sangat-sangat dianjurkan dilakukan di pagi hari, jadi sebelum kita melihat indahnya dunia kita akan sangat bagus apabila mata kita ini diberi pandangan yang pertama yaitu indahnya ayat-ayat dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami hukum bacaan, serta menggali tafsir ayat-ayat merupakan bagian dari tadarus yang sejati. “Al-Qur’an adalah sumber ketenangan dan petunjuk hidup. Siapa yang membaca satu huruf darinya, akan mendapatkan sepuluh kebaikan,” tutur H. Sugeng sambil mengutip hadits riwayat At-Tirmidzi.

Lebih lanjut, H. Sugeng menegaskan bahwa tadarus tidak hanya memberi pahala, tetapi juga menjadi sumber syafaat di hari kiamat serta sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Membaca Al-Qur’an menjadikan hati tenteram, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: ‘Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,’” katanya.

Membaca Al-Qur'an, termasuk dalam kegiatan tadarus, dijanjikan pahala yang  berlipat ganda. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa saja yang membaca satu huruf dari Al-Quran, dia akan mendapatkan satu kebaikan (pahala), dan satu kebaikan akan digandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan bahwa 'Alif Lam Mim' adalah satu huruf, tetapi 'Alif' adalah satu huruf, 'Lam' adalah satu huruf, dan 'Mim' adalah satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)

Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat, Al-Qur'an akan menjadi pemberi syafaat (pertolongan) bagi pembacanya di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Quran, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi pembacanya." (HR. Muslim) "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an, maka dia masuk surga." (HR. Bukhari, Muslim)

Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan, dengan memahami dan merenungkan isi Al-Qur'an melalui tadarus, seseorang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Al-Qur'an menjadi pedoman hidup yang memberikan petunjuk dalam berbagai aspek kehidupan.

Menenangkan Hati dan Pikiran, Membaca Al-Qur'an, termasuk dalam kegiatan tadarus, dapat

memberikan ketenangan hati dan pikiran. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Meningkatkan Kecerdasan dan Daya Ingat, kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur'an dalam tadarus dapat meningkatkan kecerdasan dan daya ingat. Hal ini karena otak dilatih untuk fokus dan mengingat ayat-ayat Al-Qur'an.

Mempererat Ukhuwah Islamiyah, tadarus yang dilakukan bersama-sama dapat mempererat tali persaudaraan (ukhuwah) antar sesama Muslim. Kegiatan ini menjadi momen untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam memahami Al-Qur'an

Sebaik-baiknya bekal menghadap Allah SWT adalah taqwa dan Tadarus Al Qur’an menjadi perwujudan taqwa itu sendiri dan bekal ketika sudah mati meninggal dunia untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang kita perbuat kalau kita sudah meninggal tidak ada yang bisa menolong bisa kecuali amal-amal kita termasuk diantaranya adalah amal kita membaca al-Qur’an

Kegiatan Subuh Ceria diakhiri dengan doa bersama, ramah tamah, periksa kesehatan serta sarapan bersama para jama’ah.

 

Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi