Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi, Prof. Anggito Abimanyu, SE, MSc., Ph.D., Guru Besar FEB UGM,

  • Jan 17, 2026
  • Arief Hartanto
  • Warta Donokerto

Turi, KIM Kertomandiri

Sabtu, 17  Januari 2026 bersama Prof. Anggito Abimanyu, SE, MSc., Ph.D., Guru Besar FEB UGM, Kepala Lembaga Penjaminan Simpanan ( LPS) RI dan Pengelola Rumah Tahfizh Taruna Juara, Yogyakarta

Al-Qur'an harus menjadi panduan untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat, di samping Sunnah Nabi yang shahih, apalagi bagi seorang pemimpin.

“ Rasulullah sebagai uswatun khasanah sudah mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Beliau Rasulullah adalah pemimpin bagi istri, anak, umat, sampai pemimpin dalam peperangan. Untuk menjadi pemimpin yang baik, Rasulullah diberikan sifat Shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Jika ke-4 sifat ini tidak melekat pada pemimpin, akan mudah tergoda oleh setan”.

Prof. Anggito Abimanyu yang pernah menjadi Kepala BKF dan Dirjen PHU di masa Presiden SBY, menjadi Ketua Perbasi, Kepala BPKH di masa Presiden Joko Widodo, Wamenkeu di masa Presiden Prabowo Subiyanto dan sekarang menjabat Kepala LPS menceritakan pengalamannya sebagai pemimpin. Hidup di masa sekarang banyak sekali godaannya, bahkan seorang yang ilmu agamanya baik sekalipun, jika lalai dapat tergoda oleh urusan dunia. Sebagai contoh banyak para pemimpin negara dan daerah yang tidak amanah tergoda urusan dunia sehingga terjerat kasus hukum.

Oleh karena itu, untuk mempersiapkan bekal bagi generasi yang akan datang, Prof. Anggito Abimanyu  mengelola Rumah Tahfizh Taruna Juara di Banteng Yogyakarta dengan santri dari berbagai daerah di indonesia, bahkan dari luar negeri. Untuk dapat berhasil, para santri diajarkan disiplin  dan tahan godaan karena pada saatnya nanti ketika menjadi Pemimpin

Pemimpin bukan hanya dituntut kompetensi dan kemampuannya di bidangnya, tetapi juga harus dilandasi ketaqwaan dan kesyukuran kepada Allah SWT, termasuk tahan godaan dunia.

Dunia sedang bergolak, semua menginginkan kekuasaan sehingga mencari segala cara untuk menguasai dunia. Perjuangan Islam semakin berat, bahkan di beberapa negara Islam mulai dikembangkan seperti halnya negara modern sekuler. Oleh karena itu, kita harus kuat dalam aqidah.

Dalam kajian yang juga dihadiri santri Rumah Tahfizh Taruna Juara dari Yaman ini, Prof. Anggito Abimanyu berpesan  dalam urusan muamalah duniawiah, kita boleh berinteraksi dan berkolaborasi dengan siapa saja, namun jika sudah berurusan dengan aqidah, kita harus pegang prinsip yang kuat.

Sebagaimana disampaikan H. Agus Nugroho Setiawan Takmir Masjid Baiturrahim Turi pada Sabtu pagi.

Arief Hartanto Turi, KIM Kertomandiri