KKN Reguler 124 UMY Gelar Pelatihan Pembuatan Parfum Laundry di Dusun Tritis, Turi
- Feb 13, 2026
- Arief Hartanto
- Warta Girikerto
Turi, KIM Kertomandiri
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 124 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan pelatihan pembuatan DIY parfum laundry di Dusun Tritis, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda pengabdian, tetapi ruang belajar bersama bagi ibu-ibu RW 02 untuk menumbuhkan keterampilan wirausaha rumahan. Di balik botol-botol kecil beraroma segar, tersimpan harapan akan lahirnya peluang usaha baru yang tumbuh dari potensi lokal.
Suasana pelatihan terasa hidup dan partisipatif. Peserta diajak memahami bahan utama bibit parfum, metanol, dan fixative serta belajar meracik takaran yang tepat agar aroma lebih awet dan aman digunakan. Teori disandingkan dengan praktik: tangan-tangan ibu rumah tangga mencampur bahan, menakar cairan, lalu mengemas produk sederhana yang siap dibawa pulang. Pendekatan ini membuat proses belajar terasa dekat, membumi, dan memantik keberanian untuk mencoba produksi mandiri di rumah.
Koordinator KKN Reguler 124 UMY menegaskan bahwa program ini dirancang agar pengetahuan tidak berhenti di ruang pelatihan. “Kami ingin peserta pulang membawa keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Parfum laundry relatif mudah dibuat, bahannya terjangkau, dan peluang pasarnya terbuka di tingkat dusun,” ujarnya. Pesan itu menegaskan orientasi KKN: mendorong kemandirian ekonomi melalui usaha mikro yang relevan dengan kebutuhan harian warga.
Pembekalan tidak berhenti pada aspek produksi. Tim KKN memperkenalkan analisis SWOT agar peserta memiliki peta jalan sederhana dalam mengembangkan usaha: mengenali keunggulan produk rumahan, menyadari keterbatasan modal dan peralatan, membaca peluang pasar lokal, serta mengantisipasi persaingan. Dari sini, warga diajak merancang langkah kecil yang realistis, menentukan harga yang bersahabat, mempercantik kemasan, hingga memanfaatkan jejaring tetangga dan kegiatan kemasyarakatan sebagai saluran pemasaran awal.
Antusiasme peserta tampak dalam praktik berkelompok yang cair dan penuh tawa. “Sekarang kami paham takaran yang pas dan cara membuat aroma lebih awet. Ini membuka ide usaha kecil-kecilan di rumah,” tutur salah satu peserta. Ungkapan sederhana itu menjadi penanda bahwa transfer pengetahuan berjalan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai.
Dokumentasi kegiatan merekam kehangatan kolaborasi: mahasiswa dan warga duduk melingkar, berdiskusi sambil memegang botol-botol racikan. Interaksi ini menegaskan model pengabdian yang partisipatif dimana kampus tidak datang menggurui, melainkan berjalan bersama warga.
Melalui program ini, KKN Reguler 124 UMY menargetkan dampak yang melampaui satu hari pelatihan: tumbuhnya literasi produksi sederhana, embrio usaha mikro di tingkat rumah tangga, dan menguatnya jejaring pemasaran lokal.