Mahasiswa KKN UMY Edukasi Gizi Balita Lewat Puding Daun Kelor di Girikerto Sleman
- Feb 12, 2026
- Arief Hartanto
- Warta Girikerto
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 107 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar edukasi gizi balita melalui inovasi pengolahan pangan lokal berupa pembuatan dan pembagian puding daun kelor di Padukuhan Ngandong, Kalurahan Girikerto, Kabupaten Sleman. Program ini dirancang sebagai intervensi promotif-preventif untuk meningkatkan literasi gizi keluarga sekaligus mendorong pemanfaatan sumber pangan lokal bernilai nutrisi tinggi.
Kegiatan tersebut berangkat dari temuan lapangan mahasiswa terkait masih adanya balita yang belum memperoleh asupan gizi optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) dipilih sebagai bahan baku utama karena profil nutrisinya yang kaya protein, zat besi, kalsium, serta vitamin A dan C yang esensial bagi pertumbuhan linear, perkembangan kognitif, dan imunitas anak usia dini. Melalui formulasi puding, kelor diolah menjadi produk yang lebih palatabel dan ramah balita sehingga meningkatkan kepatuhan konsumsi.
Koordinator kegiatan KKN Reguler 107 menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat edukatif sekaligus aplikatif. “Kami tidak hanya membagikan produk, tetapi juga memberikan penjelasan kepada orang tua tentang manfaat daun kelor, teknik pengolahan yang higienis, serta pentingnya membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi sejak dini,” ujarnya. Dalam sesi praktik singkat, orang tua dibekali panduan resep sederhana agar inovasi ini dapat direplikasi di rumah dengan biaya terjangkau.
Respon masyarakat terpantau positif. Sejumlah orang tua mengaku baru mengetahui bahwa daun kelor memiliki kandungan gizi setara superfood namun mudah diakses di lingkungan sekitar. “Biasanya kelor hanya jadi sayur bening. Anak saya susah makan sayur, tapi kalau dibuat puding lebih mau mencoba,” tutur salah satu wali balita yang hadir.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Reguler 107, Dr. Siti Dyah Handayani, S.E., M.M. dari Program Studi Manajemen UMY, menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, intervensi sederhana berbasis pangan lokal berpotensi meningkatkan kualitas asupan gizi keluarga jika dilakukan secara konsisten. “Model edukasi yang praktis dan kontekstual seperti ini efektif membangun perubahan perilaku,” jelasnya.
Secara institusional, program ini merefleksikan komitmen UMY dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada isu kesehatan dan gizi anak. Inisiatif mahasiswa KKN Reguler 107 memperkuat sinergi kampus-desa dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, sejalan dengan agenda peningkatan kualitas hidup warga. Ke depan, mahasiswa mendorong keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan kader posyandu setempat agar edukasi gizi berbasis pangan lokal dapat diintegrasikan dalam kegiatan rutin layanan kesehatan balita.
Arief Harftatnto KIM Kertomandiri Turi