Pemuda Wonokerto, Tangguh, Berkarakter dan Mandiri Jadi Pelopor Ekonomi dan Sosial

  • Sep 25, 2025
  • Arief Hartanto
  • Warta Wonokerto

Turi,

 Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Kepemudaan 2025 dengan mengusung tema “Pemuda Tangguh, Berkarakter, dan Mandiri”. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Wonokerto pada Rabu 24 September 2025.

Harapannya gelaran acara bisa menjadi ruang dialog bagi pemuda dan pemudi utusan dari berbagai organisasi dan lembaga kepemudaan di tingkat kalurahan.

 Dalam sarasehan yang merupakan program pokok pikiran dari dr. Raudi Akmal Anggota DPRD Sleman ini para peserta diajak memahami tentang tiga peran utama yang diemban pemuda dalam membangun bangsa. Pertama, sebagai agen perubahan (agent of change) yang berani membawa pembaharuan di tengah masyarakat. Kedua, agen pembangunan (agent of development) yang terlibat aktif dalam program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, agen pembaruan (agent of renewal) yang terus menyegarkan ide dan gagasan sesuai dengan perkembangan zaman.

Acara ini menjadi ruang penting bagi para pemuda untuk menunjukkan peran dan gagasannya dalam pembangunan desa, khususnya di bidang ekonomi dan sosial.

Lurah Wonokerto, Riyanto Sulistyo Budi, secara resmi membuka kegiatan dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk aktif dalam karang taruna.

“Kami mohon partisipasi dari anak-anak muda Wonokerto. Pemuda jangan diremehkan, karena mereka punya daya pikir dan kreativitas yang luar biasa meskipun kadang dianggap tidak masuk akal oleh orang tua,” Ia mencontohkan kesuksesan usaha warung kopi yang awalnya diragukan, namun kini justru berkembang pesat berkat tangan pemuda.

Selain itu juga menyoroti persoalan serius di Wonokerto, yakni tingginya angka kenakalan remaja. Ia mengingatkan bahwa pemuda tidak hanya menjadi agen ekonomi, tetapi juga agen perubahan sosial. “Wonokerto termasuk salah satu wilayah dengan kasus kenakalan remaja dan penyalahgunaan minuman serta pil cukup tinggi, mMaka dari itu, pemuda harus berani mengambil peran untuk membantu mengatasi persoalan ini,” tegas Riyanto.

Dari sisi kebijakan, Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman melalui narasumber Nuning Prasetyoningrum menyampaikan pentingnya memanfaatkan program-program pemerintah. “Kegiatan kepemudaan sudah mencakup di berbagai level, tapi tetap perlu inisiatif dari pemuda sendiri. Kalau ada ide kegiatan, silakan diajukan ke anggota dewan agar bisa difasilitasi,” jelas Nuning. Ia juga mendorong pemuda Wonokerto untuk berani berinovasi, baik dalam bidang kewirausahaan maupun olahraga.

Nuning menambahkan, program seperti Pemuda Pelopor dan Wirausaha Muda adalah pintu masuk bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas. Salah satunya melalui pelatihan pemasaran online, yang kini menjadi peluang besar di era digital. “Banyak usaha kecil bisa naik kelas lewat digital marketing. Pemuda Wonokerto jangan sampai tertinggal,” pesannya.

Sementara itu, narasumber kedua, praktisi kepemudaan Kabupaten Sleman, Besta Eins Yudharta, menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat berbasis inisiatif pemuda. Mantan Wakil Ketua BEM UGM itu menuturkan pengalamannya mendampingi desa-desa di Yogyakarta. “Langkah awal adalah mendengar masalah masyarakat, lalu bersama mencari solusi. Misalnya, dulu kami membantu memperbaiki sanitasi peternakan sapi yang kacau hingga akhirnya berhasil mengatasi penyakit PMK,” ungkapnya.

Besta juga mengisahkan praktik pemuda desa di luar negeri Muhammad Yunus dari Bangladesh dengan Grameen Bank yang berhasil menyelamatkan industri bambu dengan model pinjaman tanpa agunan yang akhirnya mendapatkan Hadiah Nobel karena inisiatif tersebut. “Kuncinya adalah kepedulian dan keberanian pemuda untuk mengambil peran. Jangan hanya menunggu, tapi harus bergerak,” tegasnya.

Terpisah  Raudi Akmal menyampaikan “Kami berharap sarasehan ini tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan menjadi energi nyata yang dapat menggerakkan pemuda Sleman menjadi pribadi tangguh, mandiri, dan berkarakter. Dengan begitu, mereka dapat mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah maupun nasional”.

Sarasehan yang berlangsung tidak hanya sekadar diskusi, melainkan juga menjadi ajang motivasi. Peserta antusias menyampaikan pertanyaan dan ide, mulai dari wirausaha kopi, bengkel otomotif, hingga pengembangan desa wisata sampai permasalahan Judi online dll.  

Sarasehan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pemuda Wonokerto untuk semakin percaya diri menjadi pelopor, baik dalam menggerakkan ekonomi, menjaga ketertiban sosial, maupun menebar inspirasi perubahan.

 

Arief Hartanto KIM Turi Kertomandiri   Pemuda   Kalurahan   Wonokerto