Sekolah Alam Jadi Ruang Belajar Budidaya Lele dan Alpukat, Delegasi Kalimantan Timur Belajar di Turi

  • Jul 15, 2026
  • Arief Hartanto
  • Warta Turi

Turi, KIM Kertomandiri

 

Semangat berbagi pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan kembali terlihat dalam kegiatan Sekolah Alam yang digelar pada Rabu (15/7/2026) di Karanggawang, Kapanewon Turi, Sleman. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan menghadirkan tamu dari Kalimantan Timur yang datang untuk mempelajari pengembangan budidaya lele serta budidaya alpukat berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) UPTD Penyuluh Pertanian Pakem yang diwakili Winarta, P4S Dewaruchi, serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kertomandiri Karanggawang. Sinergi tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai praktik pertanian dan perikanan yang telah diterapkan masyarakat setempat.

Sejak pagi, peserta DARI Berau Coal Kalimantan Timur diajak mengunjungi lokasi budidaya lele untuk melihat langsung sistem pemeliharaan ikan, mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan hingga strategi panen yang efisien. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai peluang usaha budidaya lele yang dinilai memiliki prospek ekonomi cukup menjanjikan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun alpukat. Di lokasi tersebut peserta mendapatkan materi mengenai teknik pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, hingga upaya meningkatkan produktivitas buah. Diskusi berlangsung interaktif karena peserta turut membandingkan kondisi lahan di Kalimantan Timur dengan wilayah lereng Merapi yang memiliki karakteristik tanah berbeda.

Penyuluh Pertanian Swadaya UPTD Penyuluh Pertanian Pakem, Winarta, mengatakan kegiatan seperti ini menjadi media pembelajaran yang efektif karena peserta dapat melihat langsung praktik di lapangan sekaligus berdiskusi dengan para pelaku usaha tani.

"Kami ingin menunjukkan bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemauan belajar, kolaborasi, dan pendampingan yang berkelanjutan. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai potensi daerah masing-masing," ujar Winarta.

Menurutnya, kolaborasi antara penyuluh, kelompok tani, P4S, dan KIM menjadi kekuatan dalam mempercepat penyebaran inovasi pertanian kepada masyarakat. Melalui jaringan tersebut, informasi, teknologi, dan pengalaman lapangan dapat disampaikan secara lebih luas dan mudah dipahami.

Menurut Sumarsono dan dan Edy Suwarno Perwakilan rombongan dari PT Berau Coal Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat aplikatif dan memberikan banyak inspirasi untuk pengembangan budidaya lele maupun alpukat di daerah asal.

"Kami mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama mengenai cara mengelola budidaya secara terpadu dan melibatkan masyarakat. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut," ungkapnya.

Selain sesi praktik lapangan, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan kelembagaan petani, pemasaran hasil pertanian.

Melalui kegiatan Sekolah Alam ini, kolaborasi antara PPS UPTD Penyuluh Pertanian Pakem, P4S Dewaruchi, dan KIM Kertomandiri Karanggawang diharapkan mampu memperkuat jejaring pembelajaran antarwilayah sekaligus mendorong lahirnya inovasi pertanian yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan. Pertukaran pengetahuan seperti ini juga menjadi bukti bahwa pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.